Ekonomi & Bisnis

Harga Cabai di Pasar Kota Kendari Melonjak, Sayuran Anjlok

426
×

Harga Cabai di Pasar Kota Kendari Melonjak, Sayuran Anjlok

Sebarkan artikel ini
Harga cabai di pasar tradisional Kota Kendari mengalami kenaikan, sedangkan sayuran mengalami penurunan.

 

KENDARI, KENDARIPOS.COM – Sejumlah harga bahan pokok di pasar Kota Kendari belum stabil, salah satunya tomat, cabai rawit mengalami kenaikan sedangkan sayur mengalami penurunan.

Hal ini terlihat berdasarkan pantauan Telisik.id di dua Pasar di Kota Kendari, pasar tradisional Anduonohu dan Pasar Basah Mandonga.

Adapun sejumlah bahan yang mengalami kenaikan yaitu cabai rawit dan tomat, sementara, sayuran mengalami penurunan harga. Sementara bawang merah dan bawang putih cenderung stabil.

Harga cabai rawit Rp 70.000 per kilogram sebelumnya Rp 30.000, tomat Rp 20.000 per kilogram sebelumnya Rp 10.000. Bawang putih Rp 40.000 per kilogram sebelumnya Rp 45.000, bawang merah Rp 35.000 per kilogram sebelumnya Rp 45.000.

Baca Juga :  Kadin Sultra Tetapkan Strategi Baru Hadapi Tantangan Ekonomi

 

Harga minyak Sedaap dibanderol Rp 22.000 per liter, sebelumnya Rp 19.000 per liter, minyak Bimoli Rp 25.000 per liter sebelumnya Rp 23.000 per liter.

Sedangkan harga beras cenderung stabil, beras kepala 5 kg dibanderol Rp 70.000, 25 kg Rp 345.000, sementara beras Bulog 5 kg dibanderol Rp 65.000, 25 kg Rp 325.000.

Kemudian harga sayuran yang cenderung turun, sayur kangkung Rp 2.000 per ikat, sayur sawi Rp 3.000 per ikat, bayam Rp 4.000 per ikat dan kacang panjang Rp 5000 per ikat.

Baca Juga :  10 Ide Bisnis dengan Modal Kecil Tapi Punya Keuntungan Besar

Salah seorang pedagang di Pasar Anduonohu Kendari Adel (35) mengungkapkan, harga beras cenderung stabil namun berpotensi naik kembali.

“Sekarang harga beras cenderung stabil tapi kayanya sudah mau naik lagi, cuaca juga mungkin berpengaruh,” ungkapnya.

Pedagang lainnya Rima mengungkapkan, harga cabai rawit dan tomat cenderung naik. Ia mengungkapkan, kenaikan harga terjadi karena cuaca.

“Cuaca hujan ini juga salah satu penyebab, karena tomat dan cabai banyak mengalami kerusakan sehingga cenderung naik,” ungkapnya.

Sementara salah seorang pembeli, Ima mengeluhkan harga tomat dan cabai rawit yang cenderung naik

Baca Juga :  Kadin Sultra Desak Percepatan Raperda CSR, Pengawasan Perusahaan Tambang Harus Diperketat

“Mahal sekali harga cabai, belum turun sejak lebaran, bahkan naik lagi sampai Rp 70 ribuan,” ungkapnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *