Metro Kota

Gelombang Polemik Agraria di Kecamatan Anggata: HMI Desak Evaluasi Kapolres Konawe Selatan

344
×

Gelombang Polemik Agraria di Kecamatan Anggata: HMI Desak Evaluasi Kapolres Konawe Selatan

Sebarkan artikel ini

Konsel-kendaripos.com-Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Konawe Selatan menyoroti serius konflik agraria yang terjadi di Kecamatan Anggata, Kabupaten Konawe Selatan, yang melibatkan masyarakat Desa Puao dan Desa Sanggula. Konflik tersebut telah berujung pada pembakaran rumah tani milik warga yang berada di atas lahan yang diklaim sebagai milik masyarakat setempat.

 

Peristiwa pembakaran rumah tani tersebut dilaporkan terjadi pada Kamis (29/1) dan Jumat (30/1). Insiden ini tidak hanya menimbulkan kerugian materiil bagi warga, tetapi juga memicu ketegangan sosial yang berpotensi meninggalkan dampak jangka panjang bagi kehidupan masyarakat di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Wacana Formulasi Ulang Perhitungan Anggaran Pendidikan Kembali Mencuat. Pemerintah Dan DPR Satu Suara, Adil Mono Arso Mahasiswa Fakultas Hukum UHO Angkat Suara 

 

HMI Cabang Konawe Selatan menilai bahwa konflik ini patut diduga tidak semata-mata merupakan konflik horizontal antarwarga, melainkan adanya indikasi upaya penciptaan konflik yang diduga berkaitan dengan kepentingan penguasaan lahan oleh PT Marketindo Selaras. Dugaan tersebut perlu ditangani secara serius, transparan, dan berkeadilan oleh aparat penegak hukum.

 

felis selaku Ketua Umum HMI Cabang Konawe Selatan, menyatakan bahwa terjadinya pembakaran rumah warga menunjukkan lemahnya fungsi pengamanan dan pengendalian konflik oleh aparat kepolisian di wilayah tersebut. Menurutnya, Kapolres Konawe Selatan dinilai gagal menjalankan tugas pokok kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mencegah terjadinya konflik yang meluas.

Baca Juga :  Konsorsium Pemuda dan Mahasiswa Sultra Desak BKSDA, Kejati & Satgas PKH Hentikan Aktivitas PT Adhi Kartiko Pratama Tbk

 

“Kami menilai telah terjadi degradasi kepemimpinan dalam pelaksanaan tugas Kapolres Konawe Selatan, khususnya dalam menjalankan fungsi mengayomi, melindungi, dan melayani masyarakat. Kegagalan ini bukan persoalan sepele, melainkan menyangkut keselamatan dan rasa keadilan masyarakat,” katanya

 

Atas dasar tersebut, HMI Cabang Konawe Selatan mendesak Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo,. untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kapolres Konawe Selatan serta Kapolda Sulawesi Tenggara. HMI menilai evaluasi ini penting untuk memastikan profesionalisme dan akuntabilitas institusi kepolisian dalam menangani konflik agraria.

Baca Juga :  Bupati Dewan Pimpinan Daerah Lumbung Informasi Rakyat (DPD LIRA) Bombana soroti proyek lanjutan pembangunan bypass Rumbia yang dikerjakan oleh CV. Fadel Jaya Mandiri.

 

HMI Cabang Konawe Selatan menegaskan bahwa apabila tuntutan ini tidak mendapatkan perhatian serius dari pimpinan Kepolisian Republik Indonesia, maka HMI akan melakukan aksi demonstrasi sebagai bentuk kontrol sosial dan tanggung jawab moral dalam mengawal penegakan hukum dan keadilan bagi masyarakat. tegasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *