Kendari – Kendaripos.com || Tim Pencegahan Satgaswil Sulawesi Tenggara Densus 88 Anti Teror (AT) Polri kembali menggelar kegiatan sosialisasi edukatif bertajuk dalam mencegah radikalisasi dan kekerasan Anak di SMAN 4 Kendari, pada Kamis 26 February 2026.
Kegiatan tersebut sebagai upaya melindungi generasi muda dari ancaman paham ekstremis. Kegiatan ini juga menjadi langkah preventif strategis mengingat anak muda, khususnya pelajar, kini menjadi target utama penyebaran doktrin menyimpang melalui ruang digital.
Kegiatan ini juga didukung penuh sektor Pendidikan yang berlangsung khidmat ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari pihak sekolah serta Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra)
Tim Pencegahan Satgaswil Sultra Densus 88 AT Polri memaparkan materi yang relevan dengan kondisi saat ini. Fokus utama penyampaian mereka adalah bagaimana kelompok radikal memanfaatkan platform media sosial untuk mendekati anak muda.
Beberapa poin utama yang ditekankan dalam sosialisasi tersebut meliputi:
• Kepekaan Lingkungan: Mengajak siswa untuk lebih peduli terhadap perubahan perilaku di sekitar mereka.
• Filter Informasi: Memberikan edukasi cara membedakan konten edukatif dengan konten yang mengandung unsur radikalisme.
• Ketahanan Mental: Memperkuat nasionalisme dan nilai-nilai moderasi beragama agar tidak mudah terdoktrin paham menyimpang.
Antusiasme seluruh siswa SMAN 4 Kendari beserta jajaran guru mengikuti jalannya acara. Tim Pencegahan Satgaswil Sultra berharap melalui sosialisasi ini, siswa-siswi di Sulawesi Tenggara dapat menjadi generasi yang cerdas dan tidak mudah terpengaruh oleh upaya-upaya radikalisasi yang menyasar kalangan remaja.
Disamping itu, Kepala SMAN 4 Kendari Liyu dalam sambutannya, menekankan pentingnya kewaspadaan dini bagi para siswa.
“Kami berharap besar agar anak-anak didik kami memiliki kepekaan yang tinggi. Jangan sampai mereka terjebak atau terpengaruh oleh doktrin-doktrin yang dapat merusak mental dan masa depan mereka,” ujar Kepala Sekolah di hadapan ratusan siswa.
Dengan adanya kolaborasi antara aparat keamanan dan instansi pendidikan, lingkungan sekolah diharapkan tetap menjadi tempat yang aman dan bersih dari paham-paham yang mengancam keutuhan NKRI.











