Metro Kota

Bantuan UMKM Diduga ‘Disunat’ Rp 850 Ribu, Penerima Dipaksa Tanda Tangan Kwitansi Penuh

137
×

Bantuan UMKM Diduga ‘Disunat’ Rp 850 Ribu, Penerima Dipaksa Tanda Tangan Kwitansi Penuh

Sebarkan artikel ini

 

Konawe-Kendaripos.Com –sulawesi tenggara Dugaan praktik pemotongan dana bantuan bagi Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terjadi di Desa Nario Indah, Kecamatan Wawotobi Sejumlah penerima manfaat mengaku hanya menerima uang sebesar Rp 2.000.000 dari total yang seharusnya mereka dapatkan, yakni Rp 2.850.000.

Pemotongan yang diduga dilakukan oleh oknum aparat desa ini disebut-sebut terjadi saat proses pencairan dana di rumah Bendahara Desa peristiwa ini disaksikan langsung oleh Sekretaris Desa setempat.

Salah seorang penerima bantuan yang meminta identitasnya tidak disebutkan mengungkapkan bahwa ia dan penerima lainnya terkejut saat dana yang diterima tidak sesuai harapan.

Baca Juga :  Ayam Berulat di Indomaret Unaaha, Disperindag dan Dinkes Konawe Turun Tangan 

“Betul, yang kami terima itu hanya Rp 2 juta. Kami ambil langsung di rumah bendahara dan disaksikan oleh sekretaris desa,” ungkap sumber tersebut saat diwawancarai pada Jumat (12/09/2025).

Kejanggalan tidak berhenti di situ. Sumber tersebut membeberkan bahwa sebelum menerima uang Rp 2 juta, ia disodorkan kwitansi yang telah dibubuhi meterai Rp 10.000. dengan nominal penuh sebesar Rp 2.850.000.

“Anehnya, kami tanda tangan kwitansi yang nominalnya Rp 2.850.000, tapi uang yang kami terima hanya Rp 2 juta,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengaku mendapat arahan dari oknum tersebut agar tidak jujur jika ada pihak lain yang bertanya mengenai jumlah bantuan yang diterima.

Baca Juga :  Pemda konawe Resmi Membuka Pelaksanaan Uji Kompetensi Jabatan pimpinan Tinggi Pertama Di konawe

“Kami bahkan diberitahu, ‘kalau ada yang tanya, bilang saja terimanya Rp 2.850.000’,” tirunya.

Saat ditanya mengenai alasan pemotongan sebesar Rp 850.000 itu, sumber mengatakan bahwa bendahara beralasan uang tersebut digunakan untuk biaya pengurusan. “Katanya untuk uang pengurusan bolak-balik,” ucapnya.

Tim media ini mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait di Desa Nario Indah. Kepala Pelaksana Desa Nario Indah, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, hanya memberikan respons singkat bahwa dirinya sedang sibuk dengan acara Maulid Nabi.

Sementara itu, Kepala Desa Nario Indah tidak dapat dihubungi karena nomor teleponnya tidak aktif.

Baca Juga :  Mobil Truk Pengangkut Ore Nikel PT ST Nikel Diduga Melebihi 8 Ton, GERAK Sultra Bakal Laporkan Persoalan Ini

Upaya konfirmasi kepada Bendahara Desa juga tidak membuahkan hasil karena yang bersangkutan tidak merespons panggilan maupun pesan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Pemerintah Desa Nario Indah.

Tim media akan terus berupaya mencari informasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait untuk pemberitaan yang berimbang.

Laporan :miton

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *