Metro Kota

Mimpi Masyarakat Routa Akan Segera Terwujud: Yusran Akbar Akan Segera Bangun Pasar di Routa

99
×

Mimpi Masyarakat Routa Akan Segera Terwujud: Yusran Akbar Akan Segera Bangun Pasar di Routa

Sebarkan artikel ini

KENDARIPOS.COM: KONAWE – Kadang sebuah perubahan besar dimulai dari kegelisahan kecil. Itulah yang terjadi di Routa. Setelah puluhan tahun warga dan pedagang hanya bergantung pada lapak seadanya di pinggir jalan, tanpa atap, tanpa fasilitas, dan tanpa kepastian, akhirnya titik sejarah itu datang. Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST.,

resmi menghibahkan tanah aset pemerintah daerah sebagai pijakan pembangunan Pasar Rakyat pertama di Kecamatan Routa.
Keputusan tersebut bukan hadir dari sekadar program rutin pemerintahan, melainkan dari rasa prihatin yang dibawa Bupati Yusran saat menyaksikan langsung kondisi para pedagang yang bertahan dengan apa adanya di wilayah yang menjadi pintu gerbang Konawe.
“Ini bukan hanya soal pasar, tetapi soal

Baca Juga :  Terkait Perkara Dugaan Oknum Anggota DPRD Koltim  Polda sultra Telah Melaksanakan Gelar Perkara Untuk Penetapan Tersanka

martabat,” tegas Bupati Yusran Akbar.
“Pedagang kita di Routa harus punya ruang yang layak. Tempat aman untuk berjualan, tempat yang mempertemukan pembeli dan penjual dengan fasilitas yang manusiawi. Inilah wujud dari komitmen kami untuk membangun ekonomi dari pinggiran,” imbuhnya.

Lahan yang dihibahkan berada di Desa Tirawonua, dekat Kelurahan Routa — lokasi strategis yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi informal warga. Dengan hibah ini, bukan hanya posisi pasar yang ditetapkan, tetapi kepastian legalitas bagi para pedagang kecil yang selama puluhan tahun hanya menumpang ruang publik tanpa perlindungan.
Bagi warga, keputusan ini bukan sekadar kebijakan. Ini harapan yang menjelma nyata. Hamriani, salah satu warga Routa mengucapkan syukur tak terhingga atas rencana tersebut.

Baca Juga :   Kepala Desa Tabanggele Resmi Dilaporkan Ke Polda Sultra Atas Tuduhan Pencemaran Nama Baik

pedagang sayur yang lebih dari 10 tahun berjualan di lapak darurat, matanya berkaca-kaca saat mendengar rencana pembangunan pasar.
“Kalau sudah ada pasar resmi, kami bukan hanya pedagang pinggir jalan lagi. Pembeli pasti lebih percaya. Anak-anak kami juga ikut bangga,” ujarnya singkat, namun penuh makna.
Pembangunan fisik Pasar Rakyat Routa dijadwalkan dimulai pada tahun 2026.

Pemerintah daerah menargetkan pasar ini tidak hanya menjadi titik transaksi, tetapi berkembang sebagai sentra UMKM, ruang pembinaan wirausaha lokal, serta titik temu ekonomi masyarakat lintas desa dan sektor.
Jika rencana berjalan sesuai harapan, maka pasar pertama Routa ini bukan hanya bangunan — tetapi penanda era baru: era ketika ekonomi pinggiran akhirnya mendapat panggung yang layak, dan ketika keadilan infrastruktur tidak lagi ditentukan oleh jarak dari pusat kota.

Baca Juga : 

Routa akhirnya mendapat jawabannya. Dan sejarahnya dimulai dari sebuah keprihatinan yang tidak dibiarkan menjadi diam. Laporan miton

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *