Metro Kota

Pembangunan Gedung Serba Guna Di Desa Rawua Terbengkalai Dana Desa Sebesar Rp400 Juta Dipertanyakan  

720
×

Pembangunan Gedung Serba Guna Di Desa Rawua Terbengkalai Dana Desa Sebesar Rp400 Juta Dipertanyakan  

Sebarkan artikel ini

 

KONAWE,,KENDARIPOS.COM– Proyek pembangunan Gedung Serba Guna di Desa Rawua, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), menuai sorotan publik akibat keterlambatan penyelesaian. Padahal, Pemerintah Desa telah mengucurkan dana ratusan juta rupiah dari Dana Desa (DD).

Meski direncanakan selesai pada 2025 dan pengerjaan dimulai secara bertahap sejak 2024, hingga kini fisik bangunan masih terbengkalai tanpa progres signifikan. Kondisi ini memicu tanda tanya masyarakat atas transparansi penggunaan anggaran dan akuntabilitas proyek.

Proyek Tertunda, Masyarakat Kecewa

Ketua Projo Konawe, Abidin Slamet, menyatakan kekecewaannya. Menurutnya, dengan anggaran lebih dari Rp400 juta, seharusnya gedung tersebut sudah bisa berfungsi optimal.

Baca Juga :  Beredar Sebua vidio Dua Sijoli lagi Bercocok Tanam Di Tempat Karauke Sambil Di Tonton Rekannya Diduga Di wakatobi

“Dana yang digelontorkan tidak sedikit. Kami heran mengapa hingga kini belum selesai, tegas Abidin.

Ia juga mempertanyakan pertanggungjawaban keuangan desa, merujuk pada **PERMENDAGRI No. 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa

Pada Pasal 70 disebutkan bahwa pertanggungjawaban penggunaan dana desa harus disampaikan ke Bupati melalui Camat setiap tahunnya. Apakah ini sudah dilakukan? Lalu, dalam ayat (2) dijelaskan bahwa laporan harus diserahkan paling lambat 3 bulan setelah akhir tahun anggaran. Sekarang sudah Mei, mestinya sejak Maret lalu semua laporan terkait APBDes, termasuk proyek ini, sudah selesai, paparnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kabupaten Konawe Adakan Reses III Di Desa Napoosi Kecamatan Onembute Tahun. 2025 

Abidin mengancam akan melaporkan ke aparat penegak hukum (APH) jika ditemukan indikasi penyimpangan.

Kades Diam, Warga Desak Audit

Hingga saat ini, Kepala Desa Rawua belum memberikan tanggapan resmi terkait mangkraknya proyek ini. namun, warga mendesak Pemerintah Desa dan Kabupaten Konawe untuk segera mengambil langkah konkret, baik mempercepat pengerjaan maupun mengaudit penggunaan dana. Desa

Kami butuh gedung ini untuk kegiatan desa. Jangan sampai dana sebesar terbuang percuma ujar seorang warga.

Sejumlah pihak juga mendorong Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) atau Inspektorat Kabupaten Konawe untuk turun tangan mengaudit proyek ini. Jika ditemukan indikasi penyelewengan, masyarakat meminta oknum yang bertanggung jawab ditindak tegas.

Baca Juga :  Bupati Yusran: RDTR Unaaha Instrumen  Penting Pembangunan Jangka Panjang

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Konawe. Namun, desakan agar proyek ini diselesaikan tanpa pemborosan anggaran terus menguat dari berbagai kalangan. : laporan redaksi

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *