Daerah

Buka Refleksi PWNU Sultra, Kakanwil Kemenag Tegaskan Kejujuran Evaluasi Jadi Kunci Transformasi 2026

105
×

Buka Refleksi PWNU Sultra, Kakanwil Kemenag Tegaskan Kejujuran Evaluasi Jadi Kunci Transformasi 2026

Sebarkan artikel ini

KENDARI – ||  Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Mansur, S.Pd., MA, menekankan pentingnya evaluasi yang transparan bagi organisasi keagamaan dalam menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks. Hal tersebut disampaikan saat ia membuka secara resmi kegiatan “Refleksi dan Dialog Akhir Tahun PWNU Sulawesi Tenggara” di Eropa Resto & Cafe, Kendari, Minggu (28/12/2025).

Dalam sambutannya, Mansur memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran pengurus PWNU Sultra. Menurutnya, forum ini bukan sekadar rutinitas akhir tahun, melainkan sebuah ikhtiar intelektual dan spiritual untuk menakar sejauh mana kontribusi organisasi terhadap umat dan bangsa sepanjang tahun 2025.

Baca Juga :  Polsek Watubangga Amankan Pelaku Penganiayaan Berat Berencana

“Tahun 2025 adalah periode yang penuh dinamika. Kita berdiri di tengah pusaran tantangan global, mulai dari transformasi digital yang masif hingga isu intoleransi dan krisis moral. Di sinilah peran NU menjadi sangat krusial sebagai penjaga akidah dan perekat persatuan,” ujar Mansur di hadapan para tokoh Nahdliyin.

Mansur menegaskan bahwa sinergi antara Kemenag Sultra dan PWNU telah membuahkan hasil positif dalam penguatan moderasi beragama. Namun, ia mengingatkan agar semua pihak tidak cepat berpuas diri. Ia mengajak seluruh elemen NU untuk melakukan “muhasabah” atau introspeksi yang mendalam.

Baca Juga :  Presidium Lembaga Pemerhati Hukum Sultra Akan Laporkan Dugaan Pelantikan Cacat Prosedur Pejabat Konsel ke Kementerian

“Melalui forum ini, saya mengajak kita semua untuk tidak hanya melihat capaian, tetapi juga berani mengakui kekurangan. Refleksi yang jujur akan melahirkan perbaikan berkelanjutan, sementara muhasabah yang mendalam akan melahirkan kebijakan yang lebih bijaksana untuk tahun 2026 mendatang,” imbuhnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi PWNU Sultra, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Rektor UNU Sultra, hingga Kasatgaswil Densus 88 AT Polri Sultra, Kombespol Masjaya dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kolaborasi dalam pencegahan paham IRET agar masyarakat bisa hidup berdampingan dalam bingkai kesatuan & persatuan bangsa serta kehadiran berbagai elemen ini mempertegas pentingnya kolaborasi lintas sektoral dalam menjaga stabilitas sosial-keagamaan di Sulawesi Tenggara.@Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *