KENDARI – || Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulawesi Tenggara resmi memulai program Masjid Ramah Pemudik untuk menyambut masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Program ini menindaklanjuti instruksi Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, guna mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pusat pelayanan sosial bagi masyarakat yang sedang dalam perjalanan.
Komitmen Pelayanan Kemanusiaan Kepala Kanwil Kemenag Sultra, H. Mansur, menegaskan bahwa masjid di jalur perlintasan harus bertransformasi menjadi ruang singgah yang aman, nyaman, dan humanis.
“Masjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga instrumen kehadiran agama dalam memberikan solusi bagi kebutuhan publik. Kami mendorong masjid-masjid strategis di Sultra untuk aktif memfasilitasi para musafir agar perjalanan mereka lebih tertib dan berkesan,” jelas H. Mansur.
*Sebaran dan Fasilitas
Berdasarkan data dari Bidang Urusan Agama Islam (Urais), tercatat sebanyak 363 masjid di 17 Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tenggara telah disiagakan dalam program ini.
Fasilitas yang disediakan meliputi:
• Ruang ibadah yang bersih dan steril.
• Toilet dan tempat wudhu yang layak.
• Ruang ganti dan area istirahat sementara.
• Penyediaan air minum gratis.
• Pusat informasi bagi pemudik.
*Sinergi Lintas Sektor*
Kabid Urais, Jumaing, menambahkan bahwa kesuksesan program ini bergantung pada koordinasi antara pengurus masjid, Kantor Urusan Agama (KUA), serta penyuluh agama di lapangan. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat citra masjid sebagai “Rumah Bersama” yang inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Melalui program ini, Kemenag Sultra berkomitmen memastikan arus mudik akhir tahun di Bumi Anoa berjalan selamat, nyaman, dan penuh keberkahan.@Red











