Metro Kota

World Rabies Day 2025: Dengan Semangat “Konawe Bersahaja”, Bupati Yusran Galang Kolaborasi Wujudkan Daerah Bebas Rabies 

147
×

World Rabies Day 2025: Dengan Semangat “Konawe Bersahaja”, Bupati Yusran Galang Kolaborasi Wujudkan Daerah Bebas Rabies 

Sebarkan artikel ini

 

KONAWE, KENDARIPOS.COM– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe menunjukkan komitmen serius dalam menanggulangi rabies dengan menggelar peringatan Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day) Tahun 2025. Acara yang berlangsung meriah di Gedung Wekoila Unaaha, Kamis (27/11/2025), ini diresmikan langsung oleh Bupati Konawe, H. Yusran Akbar ST yang dihadiri unsur Forkopimda Wakapolres Konawe, Kompol Hasruddin, SE, ME, Ketua DPRD, I Made Asmaya, SPd MM, Sekda Konawe, Dr Ferdinand, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Konawe, Hania, Plt Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan, Muh Akbar SP, serta ratusan peserta dari jajaran Puskesmas, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Kesehatan, desa/kelurahan, dan masyarakat, menandai komitmen bersama yang kuat untuk mewujudkan Konawe yang bebas dari penyakit mematikan tersebut.

Baca Juga :  Berbekal Temuan BPK 2024, LPK Sultra Desak Kejati Sultra panggil dan periksa Kadis Perikanan Kolaka Utara

Dalam sambutannya, Bupati Yusran Akbar mengangkat tema “Cegah Rabies dengan Edukasi dan Aksi dalam Bingkai Konawe Bersahaja”. Tema ini, menurutnya, bukan sekadar slogan, tetapi sebuah ajakan untuk bergerak nyata dengan pendekatan penuh kearifan lokal. “Tema ini mengajak kita untuk bergerak secara nyata, dengan pendekatan yang penuh kearifan lokal, kesederhanaan, dan ketulusan, mencerminkan jati diri kita sebagai masyarakat Konawe,” tegas Bupati.

Untuk mewujudkan tujuan Konawe Bebas Rabies, Pemkab telah menyusun strategi komprehensif yang berfokus pada empat pilar aksi utama:

1. Program Vaksinasi Rabies Massal untuk anjing dan kucing yang menjangkau ribuan hewan peliharaan setiap tahunnya.

Baca Juga :  Imik Jakarta, Jangan Jadikan Kecamatan Besulutu Sebagai Tempat Menebar Janji.

2. Peningkatan Layanan Kesehatan Hewan, termasuk memastikan ketersediaan vaksin, tenaga medis, dan sarana penanganan kasus gigitan.

3. Edukasi Kepada Masyarakat, khususnya pemilik hewan, untuk bertanggung jawab, melakukan vaksinasi berkala, serta melapor jika terjadi gigitan.

4. Kolaborasi Lintas Sektor, karena pengendalian rabies membutuhkan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, aparat desa, komunitas pecinta hewan, dan seluruh masyarakat.

 

Bupati Yusran menekankan bahwa semangat “Konawe Bersahaja”—dengan ketulusan, kesederhanaan, dan kerja keras gotong royong—adalah kunci untuk membangun sistem pertahanan komunitas yang kuat terhadap rabies.

 

Baca Juga :  Darurat Komitmen PT , SPL Di Nilai Ingkar Janji Dari Komitmen Awal,

“Tujuan kita adalah terwujudnya Kabupaten Konawe Bebas Rabies, dimana tidak ada lagi anak-anak, orang tua, atau siapapun dari warga kita yang menjadi korban penyakit yang sebenarnya dapat dicegah ini,” seru Bupati penuh keyakinan.

Di akhir sambutannya, Bupati Yusran menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh dokter dan tenaga kesehatan hewan, relawan, organisasi, dan semua pihak yang telah bekerja keras dalam pengendalian rabies di Kabupaten Konawe. Acara yang dihadiri juga oleh Wakapolres Konawe, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Peternakan, dan Ketua PDHI ini diharapkan dapat semakin menggalang kekuatan kolektif untuk memutus mata rantai penularan rabies. Laporan miton

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *