Hukum & Kriminal

Seorang Mahasiswa di Kendari Tewas Gantung Diri, Diduga Putus Cinta

820
×

Seorang Mahasiswa di Kendari Tewas Gantung Diri, Diduga Putus Cinta

Sebarkan artikel ini
Jenazah korban dalam proses pemeriksaan oleh Tim Inafis Polresta Kendari.

KENDARI, KENDARIPOS.COM – Diduga karena putus cinta sejak tiga minggu lalu, Muhamad Reski Juan alias Eki (22), mahasiswa Universitas Mandala Waluya Kendari, nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di rumah keluarganya, Jumat (5/7/2024) pagi.

Kapolsek Poasia AKP Jumiran, membenarkan peristiwa tersebut. Kejadian ini terjadi di kompleks BTN Perumnas Poasia Block C Nomor 60 Kelurahan Wundumbatu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, pada pukul 11:30 Wita, Kamis (4/7/2024).

Jumiran mengatakan, berdasarkan kesaksian keluarga yang menemukan korban, Nurhayati, tante korban, awalnya curiga karena korban tidak keluar dari kamar. Ia lalu memanggil suaminya bernama Ramadhan.

Baca Juga :  Keluarga Korban Pengeroyokan, Salah Satu Hotel di Kota Kendari 3 Bulan Lalu Meminta Proses Hukum Sesuai Undang - Undang Yang Berlaku

Karna kecurigaan tersebut, Ramadhan mendobrak pintu kamar korban. Setelah terbuka, mereka mendapati ponakannya sudah tidak bernyawa lagi dalam keadaan lidah terlipat, badan kaku dan sudah mengeluarkan air seni, dengan posisi menggantung di engsel pintu menggunakan tali ID Card warna merah dan satu buah bantal berada di kaki korban.

Selanjutnya Ramadhan menurunkan korban dari tali gantungan. Bersama Nurhayati, mengangkat badan korban membuka tali di leher korban yang tergantung di engsel pintu kamar, selanjutnya korban dibawa ke ruang tengah.

Baca Juga :  PENETAPAN TERSANGKA KORUPSI DI BKPSDM OLEH KEJAKSAAN NEGERI KONAWE SELATAN DINILAI TIDAK MENYENTUH AKTOR UTAMA

Pada pukul 14:00 Wita, personel Polsek Poasia menerima informasi dari warga tentang peristiwa tersebut. Personel Poasia dipimpin Kapolsek mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pukul 15:15 Wita, Tim Inafis Polresta Kendari tiba dan melakukan olah TKP.

Orang tua korban Hasan (59) yang berprofesi sebagai nelayan di Desa Waru-Waru, Kecamatan Bungku, Kabupaten Morowali, langsung datang ke Kendari dan menolak autopsi jenazah korban.

Salah seorang pedagang kios tetangga korban, Rahmat mengatakan, korban dikenal tertutup dan jarang bercerita atau berbasa-basi. Paling hanya jajan rokok kretek dalam jumlah per batang kemudian balik ke rumah keluarganya.

Baca Juga :  KPK RI & KEJAGUNG RI, Verifikasi Laporan Imik Jakarta Terkait Dugaan Korupsi APBD Silpa Oleh Inisial HR, FS, dan SI.

Rekan kampus korban Mubarak, menuturkan, korban tidak pernah ngomong kalau dia habis putus cinta dengan kekasihnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *